Pages

Labels

Selasa, 24 September 2013

Muhammad Idolaku

Zaman masa kini begitu berubah drastis yang membuat anak-anak kehilangan tokoh untuk dicontoh. Perubahan itu tidak dapat dipungkiri. Banyak anak-anak yang mengidolakan boy band, artis, pemain super hero yang tidak dapat membawa pengaruh manfaat yang besar bagi dirinya. Sebagai umat muslim ada tokoh yang harus menjadikannya idola, dia adalah Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthalib. Beliau adalah contoh manusia paling ideal, guru dari para pemimpin dunia, akhlak paling mulia, paling mencintai saudaranya, paling sayang dengan anak Yatim dan masih banyak lagi sampai tidak dapat dituliskan. Jika diingat perjuangan Rasul dahulu begitu berat untuk menjaga Agama ini, dicaci, dicemooh, dituduh sebagai penyair, pendusta namun dia tetap menampakan kebaikannya kepada semua orang. Beliau tidak pernah mengeluh, tidak pernah putus asa, selalu semangat untuk mengubah bangsa jahiliyah menjadi bangsa yang soleh. Hart dalam bukunya The 100 menilai Muhammad sebagai tokoh paling berpengaruh sepanjang sejarah manusia. Menurut Hart, Muhammad adalah satu-satunya orang yang berhasil meraih keberhasilan luar biasa baik dalam hal spiritual maupun kemasyarakatan. Hart mencatat bahwa Muhammad mampu mengelola bangsa yang awalnya egoistis, barbar, terbelakang dan terpecah belah oleh sentimen kesukuan, menjadi bangsa yang maju dalam bidang ekonomi, kebudayaan dan kemiliteran dan bahkan sanggup mengalahkan pasukan Romawi yang saat itu merupakan kekuatan militer terdepan di dunia.
Ketika Muhammad berumur 35 tahun, ia ikut bersama kaum Quraisy dalam perbaikan Ka'bah. Pada saat pemimpin-pemimpin suku Quraisy berdebat tentang siapa yang berhak meletakkan Hajar Aswad, Muhammad dapat menyelesaikan masalah tersebut dan memberikan penyelesaian adil. Saat itu ia dikenal di kalangan suku-suku Arab karena sifat-sifatnya yang terpuji. Kaumnya sangat mencintainya, hingga akhirnya ia memperoleh gelar Al-Amin yang artinya "orang yang dapat dipercaya".
Diriwayatkan pula bahwa Muhammad adalah orang yang percaya sepenuhnya dengan keesaan Tuhan. Ia hidup dengan cara amat sederhana dan membenci sifat-sifat tamak, angkuh dan sombong yang lazim di kalangan bangsa Arab saat itu. Ia dikenal menyayangi orang-orang miskin, janda-janda tak mampu dan anak-anak yatim serta berbagi penderitaan dengan berusaha menolong mereka. Ia juga menghindari semua kejahatan yang sudah membudaya di kalangan bangsa Arab pada masa itu seperti berjudi, meminum minuman keras, berkelakuan kasar dan lain-lain, sehingga ia dikenal sebagai As-Saadiq yang berarti "yang benar".

2 komentar:

  1. Allahumma sholli wa sallim 'alaih..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga kita dipertemukan dengan Rasulullah saw. nanti di surgaNya, aamiin..

      Hapus